• Home
  • About
Blue Orange Green Pink Purple

Archive for December, 2007

You can use the search form below to go through the content and find a specific post or page:

Dec 17

Pahlawan yg telah kita lupakan…

Tau kah kalian pahlawan yang telah membela Bangsa Indonesi ini?… Mereka adalah yang telah mempersatukan bangsa Indonesia ini dengan semangat, pantang mundur, dan mempertaruhkan nyawanya demi bangsa ini(Bangsa Indonesia). kalian lupa dengan mereka yang berusaha membela negara Indonesia. Kita harus mengenangnya karena dia telah menegakkan bangsa ini(Indonesia). Tanpa mereka, bangsa Indonesia tidak mungkin maju seperti ini. Mereka yang membuat seperti ini. Mereka membela negara Indonesia ini untuk kemajuan generasi muda yang akan datang, dan mereka mewariskannya untuk generasi muda yang akan datang. Tapi, kalian tidak melestarikannya. Sampai-sampai negara tetangga(Malaisya) mengambil karya budaya Indonesia.Contoh: Reog Ponorogo, kain batik, dll. Apakah kalian tidak malu? Bagaimana jika semua karya Indonesia di Ambil oleh negara lain? apakah kalian tidak marah?. Maka, marilah kita melestarikan budaya Indonesia untuk kemajuan generasi muda dan membahagiakan para pahlawan kita yang telah gugur dalam membela bangsa Indonesia. Marilah kita membangun Bangsa Ini.

Dec 16

Baju kesayanganku di buang ama mama tercinta…

Baju kesayangan ku di rumah yang sering ku pakai, kemarin baru di buang ama mamaku tercinta. Padahal baju itu nyaman bgt k’lo ku pake’. Kata mama, baju itu jelek banget dan nggak pantes di pakai walau di rumah. Aku di suruh pakai baju yang bagi aku nggak nyaman bgt. Aduhhhhh………OH…EM…JIY. aH…bodo’. yang lalu biarlah berlalu. Dah lu yach…

Dec 14

Tentang Pemanasan Global Warming!!!

Global Warming….?????!!!!..Huh serem bgt dengernya.  bisakah kita sebagai orang yang biasa ini berkontribusi positif terhadap pengurangan dampak pemanasan global? Pastinya sih bisa.

Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi.Temperatur rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan temperatur permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Adanya beberapa hasil yang berbeda diakibatkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda pula dari emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang juga akibat model-model dengan sensitivitas iklim yang berbeda pula. Walaupun sebagian besar penelitian memfokuskan diri pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun jika tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya temperatur global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya muka air laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Efek rumah kaca

Artikel utama: Efek rumah kaca

Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbondioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.

Efek Rumah Kaca
Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. “Global Warming,”sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.

Efek umpan baik

Efek-efek dari agen penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat).[3] Umpan balik ini hanya dapat dibalikkan secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.

Variasi Matahari

Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini.[6] Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer.

Mengukur Pemanasan Global

awal 1896, para ilmuan beranggapan bahwa membakar bahan bakar fosil akan mengubah komposisi atmosfer dan dapat meningkatkan temperatur rata-rata global. Hipotesis ini dikonfirmasi tahun 1957 ketika para peneliti yang bekerja pada program penelitian global yaitu International Geophysical Year, mengambil sampel atmosfer dari puncak gunung Mauna Loa di Hawai. Hasil pengukurannya menunjukkan terjadi peningkatan konsentrasi karbondioksida di atmosfer. Setelah itu, komposisi dari atmosfer terus diukur dengan cermat. Data-data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa memang terjadi peningkatan konsentrasi dari gas-gas rumah kaca di atmosfer.

Semua ini di ambil dari Wikipedia. k’lo mau lebih lengkap lihat di wikipedia….

Rana Nabila

  • Categories
  • Recent Comments
    • acut on Selamat ulang tahun yah…
    • shjeffr on You Are The Music In Me - High School Musical 2
    • imoet n luchu on Prilly dan Cita berantem…
    • imoet n luchu on Kelulusan!
    • imoet on This is me_Demi lovato & Joe Jonas
    • imoet on This is me_Demi lovato & Joe Jonas
    • djokosantoso on Ketauan…
    • bella nge-jawab on Masuk Bani Saleh 1..
    • Papamu on Lomba Futsal…
    • Pasha 'Ungu' on Lomba Futsal…
  • Blogroll
    • Adikku
    • Papaku [ngoceh]
    • Papaku [rokok]
    • Themes
    • WordPress Planet
  • Meta
    • Log in
    • Entries RSS
    • Comments RSS
    • WordPress.org
  • Archives
    • February 2010
    • January 2010
    • August 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
    • December 2008
    • November 2008
    • October 2008
    • September 2008
    • August 2008
    • July 2008
    • April 2008
    • March 2008
    • February 2008
    • January 2008
    • December 2007
    • November 2007
    • October 2007
    • September 2007
  • Search






  • Home
  • About

© Copyright Rana Nabila. All rights reserved.
Designed by FTL Wordpress Themes brought to you by Smashing Magazine

Back to Top